bersila di atas permadani merah
sosok renta tempatnya bertahta mulai begah
tak lagi dapat memenuhi inginnya
pasrah dan sibuk dengan gerakannya sendiri
lalu kadang sejenak berdiri melepas penatnya
berkacak pinggang tanda amarahnya
tak lagi kehendaknya menyata dalam laku
lalu hanya diam tak bergeming sedikitpun
adalah segumpal daging
yang menanggung derita karena raga
yang tak lagi kuasa mewujudkan inginnya
hingga jazad tak lagi punya arti apa-apa
Bye:
uak Sena

Tidak ada komentar:
Posting Komentar