Tampilkan postingan dengan label Puisi Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Cinta. Tampilkan semua postingan

13.12.13

Ayah...aku merindukanmu

Sungguh indah
Jika saja aku dapat menggandeng tanganmu
Menjadikan bahuku sebagai sandaran untuk badanmu yang telah menua
Karena kutau engkau tak lagi setegar dulu
Saat berpeluh siang malam untukku

Sungguh aku tak menginginkan ini sebuah mimpi
Memberimu segelas minum untuk pengisi waktumu kala sore hari
Menyuguhkanmu bacaan koran kala senggangmu
Atau sekedar menemanimu berbincang

Aku hanya punya mimpi
Membelikanmu sepatu dan baju baru yang dulu selalu lusuh di badanmu
Atau mengantarmu berkeliling dengan mobil mewah yang dulu engkau lakukan dengan berjalan kaki
Atau mengajakmu menjawab azan kala waktu sholat tiba.

Aku hanya bisa bermimpi
Membuatmu tersenyum saat aku berbuat sesuatu yang membanggakanmu
Merasakan tepukan tangan kokohmu dipundakku yang mampu menguatkanku
Atau sekedar menghiburku kala aku sedang bersedih

Ayah... Aku merindukan banyak hal tentangmu

6.11.11

Benarkah kita saling menyinta...?

mengapa tak juga reda
amarahmu membuncah saat semua tak kurangkai indah kata-kata
sementara aku kehabisan bait-bait sajak yang kubaca dari buku
dan parau suaraku karena kubacakan berulang tiada henti

apa yang membuatmu begitu murka
sementara sedetik lalu engkau masih tersenyum meneduhkanku
lalu sedetik kemudian menjadi angkara dalam jiwaku
meski seribu kalimat cinta kupancarkan memeluk tubuhmu yang mungil

tidakkah mereka-mereka yang tak pandai merafal cinta dalam bait
menjadi sangat syahdu menikmatinya bersama
hingga terik mentari juga tak mereka hirau meski membakar tubuhnya yang berpeluh
apalagi sekedar hujan badai yang menggilasnya

dimana kita pancang rasa kasmaran ini berdua
mengapa tak seperti cinta Qais dan Laila
Atau seperti cinta para sufi kepada Tuhan
jangan-jangan kita memang tak saling menyintai

by Uak Sena
on Tuesday, November 1, 2011

4.11.11

Kau dan Aku Menunggu Cinta

Kau diam aku pun diam
Kau bicara aku pun bicara
Tapi maaf aku tak berani memulai
Untuk sesuatu yang sebenarnya aku inginkan

Aku ingin menjaga kemuliaan cintaku
Tetap berada dimana seharusnya berada
Walau terkadang aku ingin menyerah dengan rasa ini
Ingin ku ungkapkan apa yang ku rasa
Bicara padamu kalau hati ini ada cinta untuk kamu

Aku tunggu dirimu mengatakannya padaku
Tapi waktu demi waktu tak ku dengar kata itu
Mungkin kau pun enggan mengatakannya
Untuk tetap menjaga kemuliaan cintamu

Biarlah aku tetap dalam penantian
Menanti cinta menyambut hatiku
Aku pun percaya setiap cinta
Pasti akan terungkap
Entah hari ini, esok atau suatu saat nanti
Sampai Sang Pemilik Cinta mengizinkannya

Salam Penuh CINTA.....

By: Fatma Dg. Matantu

27.10.11

Inikah Jawaban dari Pertanyaanku?

Ku berdiri di suatu titik kesendirian
berharap nurani dapat tersingkap
Ku coba untuk bersandar di tepi kebahagiaan.
Tapi aku tergoyahkan oleh lamunan.
Ku duduk diantara dua kepastian
Namun rasa yang ku damba hilang di telan asa.
Inikah jawaban dari semua pertanyaan ?
Atau ini suatu tujuan ?
Kuharap suatu cahaya putih dapat terbit dari sinar abu-abu di dalam nurani.
Menyingkap butir merah dari kelabunya cahaya biru....

Salam Penuh Cinta....
Fatma Dg. Matantu

Salam cinta dari Qalbu


Qalbu dan nuraniku tergetar
saat salam cinta dari kalbumu terbaca
tetaplah Istiqomah dalam mencari Ridhonya
karenanya jiwaku selalu bergelora untukmu

jangan sekali-kali menarik  garis pinggir
biarkan dia berbentuk sendiri
lurus atau bengkok tak kupeduli
selama cinta masih engkau gelorakan

derap langkah asa menggapai Cinta yang kau sugukan
membuatku tak pernah surut karena terpaan badai
raih daku dalam menggapai mimpi

dengan apa aku merengkuh lalu mendekapmu
Sementara aku telah engkau selimuti dengan sejuta cinta
Hingga wajahkupun jadi terhijab

ada asa yang kau miliki
ada kasih yg menyelimuti semangatmu
yang  buatku luluh dalam pencarian cinta bersamamu

dan akupun tak ingin
pencarian segera bermuara
Aku takut jika sampai dimuara ku tak tau bagaimana menikmatinya bersama.


(Kolaborasi Fatma dan Uak)

9 Oktober 2011.

12.10.11

engkau kini nyata dengan bias

adalah qalbu yang kehilangan nuansa
karena pikiran tak lagi bersua kebenaran
hingga tertatih tatih langkah tanpa arah

adakah karena beranda hati kini tak berpenghuni
tempat biasanya engkau menjejakkan kaki
hening kini tanpa suara suara

di hingar bingarnya belantara maya
ada sekelebat wujudmu yang samar
tanpa senyum dan tanpa sapa

By Uak Sena ·  
Sunday, October 2, 2011

8.10.11

engkau kini nyata dengan bias


adalah qalbu yang kehilangan nuansa
karena pikiran tak lagi bersua kebenaran
hingga tertatih tatih langkah tanpa arah

adakah karena beranda hati kini tak berpenghuni
tempat biasanya engkau menjejakkan kaki
hening kini tanpa suara suara

di hingar bingarnya belantara maya
ada sekelebat wujudmu yang samar
tanpa senyum dan tanpa sapa

By Uak Sena ·  
Sunday, October 2, 2011

18.9.11

Neonatus

~ untuk Tuhanku
di utara  aku menjadi debu yang tak sempat beterbangan
pecah lalu beku
di timur cahaya melepuhkan diriku, lalu melelehkannya
menjadi madu yang diaduk sekumpulan peri;
sedang aku mendengarkanmu bernyanyi tentang aku
di telaga para musafir

jiwaku hanya diam dalam hening yang meraja

hari ini aku adalah jiwa yang belajar mengenal  musim
juga yang menunggui bayang-bayang menjadi lisut
hari ini aku adalah jiwa yang belajar menamai aroma dedaunan, dingin lembah...
atau adakah mereka tak bernama?
lalu aku akan belajar mengenal dirimu, melafazkan namamu
hidup untukmu, dan belajar mengenal mati untukmu

hari ini aku adalah jiwa yang menamai keindahan itu dengan aku
sebab hari ini aku telah terlahir kembali



Bhirau Wilaksono
Note FB

17.9.11

Aku TAk Rela

aku takkan rela
melihatmu bersamanya
meski kita tlah berpisah
untuk selamanya

aku yang terluka
kau telah menjadi miliknya
tahukah dirimu bahwa
aku masih cinta

maafkan aku yang pernah
menyakitimu hancurkan perasaanmu
maafkan aku tak bisa
menjadi cinta yang sempurnakan hidupmu
maafkanlah aku

aku yang terluka
kau telah menjadi miliknya
tahukah firimu bahwa
aku masih cinta

maafkan aku yang pernah
menyakitimu hancurkan perasaanmu
maafkan aku tak bisa
menjadi cinta yang sempurnakan hidupmu
maafkanlah aku

maafkanlah bila ternyata
aku masih menyimpan rasa
selalu selamanya haaa

maafkan aku yang pernah
menyakitimu hancurkan perasaanmu
maafkan aku tak bisa
menjadi cinta yang sempurnakan hidupmu
maafkanlah aku

By: Jhein Novita
on Note FB

9.9.11

Kue Kehidupan

belahan jiwa..
berselimut dinginnya malam..
kuingin buaian mimpi indah...
yang mampu menggugah rasa...
menepis ragu bersama hadirmu..
bersenandung bersama...
membagi kue kehidupan...

Bye:
Erny Kenyo Yogya

8.9.11

Puisi Fatma

Kudengar lagi bisikan itu
terngiang dan selalu menggangguku
ingin ku terpejam
berharap semua terlupa kala ku buka mata
namun,
entahlah.......
aku dah berusaha menepis dan berpaling dari semua keadaan
namun,
entahlah.....
perasaan itu selalu datang dan kian menghampiriku
dalam setiap sepiku
namun,
entahlah.....
gin ku kuatkan dan aku kukuhkan hatiku,namunbetapa lemahnya aku.
tak ingin ku menanti waktu kan berlalu.
namun ku tak mau menghampiri hati yang tersakiti.
telah ku bangun benteng benteng yang kokoh tingggi menjulang dengan
duri duri tajamku.namun,
betapa lemahnya aku hingga ku kikis perlahan dan kuhancurkan bentengyang pernah ku bangun.
gemuruh dan mengkeruh
hilang bayang bayang dalam lingkaran putaran waktu
tak inginku tuk berangan
tak mampuku tuk berandai andai harap
ku renungi diri diantara cahaya kecil di tengah kegelapan
ku tanya kembali sebuah jati diri
ku ulangi kembali dan terus ku ulangi
kubuka dan kubuka lagi semua catatn kisahku
terbesit tanya mengusik sadarku....
apakah kini ku telah hilang angan
apakah ku sebuah nyanyian yang tanpa kata kata
apakah ku sebuah syair yang tak pernah terucap
entahlah.....
aku manusia biasa dengan titik noda di lembaran kertas putih kisah kisahku
setitik harap berjuta angan
ku langkahkan kaki meniti jalan jalan tuk kembali
berserah diri
untukMU aku kembali......

Fatma Dg. Matantu

"Selamat Tinggal Luka"

Telah kuhanyutkan luka pada sungai kecil yang mengalir disudut mataku...

telah kukabarkan lewat angin gerimis tentang segala catatan hati,

telah kulemparkan pedih disetiap jengkal sajadah dalam tahajud dan sujud panjangku

[dari bilik hati perempuan]

By: Ars Qurratu'ain