~ untuk Tuhankudi utara aku menjadi debu yang tak sempat beterbangan
pecah lalu beku
di timur cahaya melepuhkan diriku, lalu melelehkannya
menjadi madu yang diaduk sekumpulan peri;
sedang aku mendengarkanmu bernyanyi tentang aku
di telaga para musafir
jiwaku hanya diam dalam hening yang meraja
hari ini aku adalah jiwa yang belajar mengenal musim
juga yang menunggui bayang-bayang menjadi lisut
hari ini aku adalah jiwa yang belajar menamai aroma dedaunan, dingin lembah...
atau adakah mereka tak bernama?lalu aku akan belajar mengenal dirimu, melafazkan namamu
hidup untukmu, dan belajar mengenal mati untukmu
hari ini aku adalah jiwa yang menamai keindahan itu dengan aku
sebab hari ini aku telah terlahir kembali
Bhirau WilaksonoNote FB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar