18.9.11

Neonatus

~ untuk Tuhanku
di utara  aku menjadi debu yang tak sempat beterbangan
pecah lalu beku
di timur cahaya melepuhkan diriku, lalu melelehkannya
menjadi madu yang diaduk sekumpulan peri;
sedang aku mendengarkanmu bernyanyi tentang aku
di telaga para musafir

jiwaku hanya diam dalam hening yang meraja

hari ini aku adalah jiwa yang belajar mengenal  musim
juga yang menunggui bayang-bayang menjadi lisut
hari ini aku adalah jiwa yang belajar menamai aroma dedaunan, dingin lembah...
atau adakah mereka tak bernama?
lalu aku akan belajar mengenal dirimu, melafazkan namamu
hidup untukmu, dan belajar mengenal mati untukmu

hari ini aku adalah jiwa yang menamai keindahan itu dengan aku
sebab hari ini aku telah terlahir kembali



Bhirau Wilaksono
Note FB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar