10.9.11

~Perih doadoa_


Pada luka yang kuraba, maka tak juga ku menahan air mata sayang…
rupanya bayangan daun rebah dan kita saling berlayar sendirian
di kepit pada daerah perbatasan yang bernama ramadhan
jerit juga harapan telah mengambang menutup semua peristiwa ,
keterpaksaan pun mengarung disela lahir dan mati.

pada sela malam-malam tumbang, dan pekan-pekan waktu khusyu ini,
berkeras kita nikahi: aku belajar duduk, mencerna juga
bersila.masih....perih doadoa kurapal, sayang…

Dan malammalam melingkar, boleh jadi aku masih meraba luka ini, dan
seperti melipat parasut tempat tanah rata menempa kaki, slalu saja begini : kita terus di bumi dengan selokan bau juga dengan katakata maaf tiada henti.
ya Allah...dipintumu kuberdiri malu
-----------------------------------------------------
Bye: Sang BAco
maros ramadhan 2011. dari >

Tidak ada komentar:

Posting Komentar