6.11.11

Benarkah kita saling menyinta...?

mengapa tak juga reda
amarahmu membuncah saat semua tak kurangkai indah kata-kata
sementara aku kehabisan bait-bait sajak yang kubaca dari buku
dan parau suaraku karena kubacakan berulang tiada henti

apa yang membuatmu begitu murka
sementara sedetik lalu engkau masih tersenyum meneduhkanku
lalu sedetik kemudian menjadi angkara dalam jiwaku
meski seribu kalimat cinta kupancarkan memeluk tubuhmu yang mungil

tidakkah mereka-mereka yang tak pandai merafal cinta dalam bait
menjadi sangat syahdu menikmatinya bersama
hingga terik mentari juga tak mereka hirau meski membakar tubuhnya yang berpeluh
apalagi sekedar hujan badai yang menggilasnya

dimana kita pancang rasa kasmaran ini berdua
mengapa tak seperti cinta Qais dan Laila
Atau seperti cinta para sufi kepada Tuhan
jangan-jangan kita memang tak saling menyintai

by Uak Sena
on Tuesday, November 1, 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar