10.12.11

nelangsa

selendang sutra tak berwarna warni
putih hanya warnamu di leher
terbang menyapu wajahku ujungnya
membuat bulukudukku berdiri
inginkan lebih dari sekedar selendang
yang menyapu dan membelai wajahku
yang kuyup bermandi air mata
penyesalan akan diri yang tersia sia
tanpa cinta karena kepergianmu
mentaripun sudah lagi tak mengakrabi diri
yang berkemul dibalik selimut benci
pada diri yang membiarkanmu bersedih
adakah sinar penyejuk hatiku tak lagi engkau punya
hingga hati nelangsa begini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar